Manusia mengandalkan akal dan pikirannya dalam bekerja dan melakukan sesuatu hal. Oleh karena kebutuhan hidupnya yang tidak terbatas, maka manusia mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan. Setiap aktifitas belajar manusia setidaknya menghasilkan suatu sistem pertahanan maupun produksi makanan yang erat hubungannya untuk pemenuhan kebutuhan pokok.
Sebelum manusia mengenal istilah ketuhanan, manusia belajar dan bekerja layaknya binantang. Mencari makan, berburu, melakukan hubungan seks untuk menambah anggota keluarga. Namun dengan cinta Tuhan bagi manusia, maka manusia mencari dan belajar menemukan Tuhan sebagai satu-satunya Sumber Kehidupan. Sejak manusia mengenal hubungan dengan Tuhan itulah manusia mulai dapat menjadi manusia yang ruhaniah. Yang belajar untuk memenuhi kebutuhan hidup ruhani. Dengan begitu , kini manusia belajar tidak hanya untuk mempermudah hidupnya untuk badani saja, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan hidup ruhaninya dengan ibadah.

