Mengapa Indonesia tidak memiliki senator ?

Kita sering mendengar bahwa negara-negara di Eropa dan Amerika memiliki anggota senat atau istilahnya senator. Sementara di negara kita tidak pernah terdengar istilah demikian. Mengapa sebenarnya Indonesia tidak memiliki senat?

Sebagai negara yang berlandaskan UUD 1945, Indonesia tidak mengenal istilah senat karena wilayah Indonesia adalah wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Indonesia tidak mengenal negara bagian seperti di Amerika Serikat. Indonesia juga tidak mengenal Perdana mentri seperti di negara India,Malaysia,Inggris,Australia.

Sebagai penyelenggara negara, tugas pemerintahan di Indonesia di pegang oleh Presiden dan diawasi oleh lembaga-lembaga tinggi negara setingkat presiden seperti DPR,DPA,MA, dan Presiden sebagai kepala pemerintahan wajib menyampaikan laporan pertanggung jawabannya secara tahunan dan lima tahunan kepada Lembaga tertinggi negara yaitu Majelis Permusyawaratan Rakyat yang telah melantik Presiden.

Indonesia sebagai negara yang berbentuk Republik pernah mengalami masa-masa senator yaitu sesudah penyerahan Kedaulatan Indonesia secara mutlak di Konferensi Meja Bundar pada tahun 1949. Pada masa itu Indonesia memiliki negara-negara bagian seperti di Amerika Serikat. Namun oleh karena bentuk negara bagian tidak begitu memiliki tempat pada sistem pemerintahan Indonesia, maka negara mengembalikan bentuk negara menjadi NKRI atau Negara Kesatuan Republik Indonesia dan  sebagai Undang-undang tertinggi di Negara Indonesia dikembalikan pada UUD 1945.

Inilah sepenggal sejarah mengapa Indonesia tidak memiliki senator hingga saat ini.

No votes yet

Re

Here only some students can find supreme content connecting with this topic. With your help the the best features of our services used to be so pure. We opine that after this used to be not hard to have well composed essay writing skills from the essays writing firm.

Bagaimana mengubah blog WordPress menjadi MESIN UANG yang MEMATIKAN !! Tutorial komplit dilengkapi Software dan Script Siap Pakai